Kabar BUMN - Dengan ciri khas masing-masing, sate jadi kekayaan kuliner hampir setiap negara Asia Tenggara.
Tidak ada catatan sejarah yang pasti soal asal usul hidangan sate di Asia Tenggara.
Tetapi menurut Encyclopedia of Chinese and Oriental Cookery dituliskan penjual sate sudah ada sejak 1870-an di Jawa.
Baca Juga: Kekayaan Kuliner Indonesia, Aneka Sate Dari Seluruh Nusantara
Dipercaya keberadaan sate di Asia Tenggara karena arus perpindahan penduduk.
Selain itu, juga karena pengaruh komunitas melayu yang tersebar di negara-negara Asia Tenggara.
Berikut beberapa jenis sate yang lazim ditemukan di kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga: 6 Jenis Sate Khas Nusantara yang Tidak Terbuat dari Daging Sapi dan Ayam
1. Sate Indonesia
Ketika bicara sate, kebanyakan masyarakat dunia merujuknya kepada kuliner khas Indonesia.
Sate sudah dijajakan sekitar tahun 1870, diperkirakan ini hasil adopsi kebab yang ditemukan di India.
Ciri khas sate Indonesia dagingnya, kebanyakan ayam dan kambing, dipotong kecil-kecil.
Sate Indonesia beberapa kali masuk daftar makanan terbaik versi CNN dan beberapa website lainnya.
Baca Juga: Rekomendasi Sate Kere Terenak di Solo, Dua Diantaranya Favorit Presiden Jokowi
2. Sate celup
Sate celup adalah sate khas Malaysia yang populer di Melaka.
Dinamakan sate celup karena untuk menikmatinya harus dicelupkan pada bumbu kacang.
Umumnya sate celup terbuat dari seafood setengah matang, misalnya kepiting, cumi, bahkan potongan sayur.
Artikel Terkait
Perjalanan Naik Kereta Keliling Asia Tenggara, Perlu Dicoba Karena Unik dan Menyenangkan
Daftar Tempat di Asia Tenggara yang Baru Masuk Situs Warisan Dunia UNESCO, Salah Satunya Ada di Yogyakarta
6 Jenis Wayang di Asia Tenggara, Bukti Adanya Hubungan Sejarah Kawasan Ini di Masa Lalu
6 Kota Kecil di Asia Tenggara yang Cocok Jadi Tujuan Liburan di Long Weekend
Kota-kota di Asia Tenggara dengan Nuansa Eropa