Kabar BUMN - Hari Raya Kuningan merupakan salah satu hari suci yang sangat penting bagi umat Hindu di Indonesia, terutama di Bali.
Perayaan ini dikenal sebagai waktu ketika para dewa dan leluhur turun ke bumi untuk memberkati umat manusia.
Hari Raya Kuningan tidak hanya dirayakan sekali dalam setahun, melainkan dua kali, yaitu setiap 210 hari atau sekitar enam bulan sekali, mengikuti kalender Bali yang disebut wuku.
Baca Juga: Tips Menyewa Sepeda Motor di Daerah Wisata, Pastikan Kondisinya Layak Jalan dan Berdokumen Benar
Penanggalan Wuku dan Hubungan dengan Hari Raya Galungan
Kalender wuku adalah sistem penanggalan tradisional Bali yang terdiri dari 420 hari dalam satu tahun.
Perhitungan ini membuat Hari Raya Kuningan selalu dirayakan 10 hari setelah Hari Raya Galungan.
Baca Juga: Liburan ke Kepulauan Derawan Wajib Mengunjungi Tempat-tempat Wisata Paling Populer Berikut
Dalam kalender wuku, Kuningan selalu jatuh pada hari Sabtu Kliwon Wuku Kuningan, menjadikannya momen istimewa bagi umat Hindu untuk melakukan pemujaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta para leluhur.
Memohon Keselamatan dan Perlindungan
Makna utama dari perayaan ini adalah memohon keselamatan, perlindungan, serta tuntunan lahir dan batin dari Ida Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa.
Umat Hindu meyakini bahwa melalui pemujaan ini, mereka dapat memperoleh kedirgayusan atau umur panjang, serta perlindungan dari berbagai macam bahaya dan gangguan.