Dirayakan 2 Kali dalam Setahun, Inilah Makna Hari Raya Kuningan bagi Umat Hindu

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 5 Oktober 2024 | 08:30 WIB
Hari Raya Kuningan dirayakan 2 kali setahun oleh umat Hindu untuk memohon keselamatan & perlindungan dari Tuhan, serta menghormati leluhur. (bhayangkari.or.id)
Hari Raya Kuningan dirayakan 2 kali setahun oleh umat Hindu untuk memohon keselamatan & perlindungan dari Tuhan, serta menghormati leluhur. (bhayangkari.or.id)

Hari Raya Kuningan menjadi sarana penting untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan dan leluhur.

Hari Penampahan Kuningan: Persiapan Spiritual dan Tradisi

Baca Juga: Mengagumi Keindahan Gunung Merapi dari Tempat-tempat Wisata Terbaiknya di Yogyakarta

Selain Hari Raya Kuningan, ada juga Hari Penampahan Kuningan yang dirayakan sehari sebelumnya.

Hari ini dimaksudkan sebagai persiapan untuk menyambut Kuningan dengan cara menyembelih hewan ternak dan membuat sesajen untuk persembahyangan.

Tradisi ini juga melambangkan upaya umat Hindu untuk membersihkan diri dari sifat-sifat buruk seperti keserakahan dan egoisme, serta menciptakan kesucian pikiran sebelum melakukan persembahyangan pada hari berikutnya.

Baca Juga: 5 Kuliner dari Daging Bebek yang Paling Terkenal di Dunia Versi Taste Atlas, Salah Satunya dari Indonesia

Persembahyangan dan Tradisi di Hari Raya Kuningan

Umat Hindu di Bali juga meyakini bahwa pada Hari Raya Kuningan, para dewa dan leluhur hanya turun ke bumi sampai tengah hari. Oleh karena itu, persembahyangan biasanya dilakukan sebelum pukul 12.00 siang.

Mereka akan mengenakan pakaian tradisional dan membawa persembahan ke pura atau tempat suci di rumah masing-masing untuk menjalankan ibadah.

Baca Juga: Daftar Kuliner Indonesia yang Cocok jadi Branding untuk Menjamu Turis Luar Negeri

Meskipun tidak semeriah Hari Raya Galungan, Kuningan tetap dirayakan dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan.

Kesederhanaan dengan Makna Mendalam

Perayaan Hari Raya Kuningan menggambarkan kesederhanaan namun sarat akan makna spiritual yang mendalam.

Baca Juga: Wisata ke Museum Satriamandala, Jakarta, Belajar Sejarah Perjuangan Tentara Indonesia

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini