Setelah itu gunung ini belum pernah meletus lagi.
Walaupun masih aktif, hingga saat ini Gunung Fuji jarang menunjukan tanda-tanda akan meletus.
Baca Juga: Souvenir Khas Jepang yang Lebih Otentik Jika Dibeli di Tokyo
2. Hanya boleh didaki pria
Pada zaman dulu hanya kaum pria yang diizinkan menaiki Gunung Fuji sampai ke puncak.
Aturan ini berubah tahun 1872. Tetapi itu pun perempuan hanya diizinkan naik, tidak sampai puncak.
Masa itu masyarakat Jepang percaya kalau perempuan, terutama yang cantik, bisa membuat Putri Konohana Sakuya marah.
Kemarahannya dikhawatirkan bisa menyebabkan Gunung Fuji meletus.
Baca Juga: Heboh Stempel MRT Jakarta, Ini Eki Stamp yang Dikeluarkan Stasiun Kereta Jepang Sejak Tahun 1931
3. Daerah paling subur
Ketika Gunung Fuji terakhir meletus, letusannya begitu besar sampai menyisakan abu vulkanik yang sangat tebal.
Setelah itu kawasan sekitar Gunung Fuji menjadi daerah yang sangat subur.
Daerah ini dimanfaatkan untuk perkebunan peach dan anggur.
Karena ini pula daerah sekitar Gunung Fuji dikenal sebagai daerah penghasil wine terbaik di Jepang.
Di sekitar Gunung Fuji juga tumbuh pohon sakura yang variannya hanya bisa tumbuh di daerah itu lahan Gunung Fuji.
Setiap musim sakura mekar daerah Gunung Fuji semakin ramai oleh orang yang ingin melihat keindahan sakura.