Kabar BUMN - Seperti juga Jakarta, zaman dulu Surabaya juga sering disinggahi pelaut dari negara lain yang kemudian menetap.
Di antara pedatang itu tidak sedikit merupakan pedagang Tiongkok. Mereka tinggal di kawasan pecinan.
Pecinan Surabaya meliputi daerah Kembang Jepun atau Kya Kya, Tambak Bayan, dan perkampungan Kapasan Dalam.
Baca Juga: Jelang Hari Raya Imlek, Waktunya Jalan-jalan ke Kota dengan Kawasan Pecinan yang Unik di Indonesia
Tidak sedikit dari pendatang ini yang kemudian membuka tempat makan dan memengaruhi kuliner lokal.
Sampai sekarang Pecinan Surabaya masih terus hidup dan memberi warna keragaman kuliner setempat.
Jangan khawatir jika tidak mengonsumsi makanan non-halal, di Pecinan Surabaya juga banyak pedagang makanan halal.
Baca Juga: Berkat Dukungan BRI, Pelaku UMKM di Kawasan Wisata Pecinan Kya Kya Surabaya Semakin Berkembang
1. Bakwan Pak Di
Bakwan Pak Di sudah terkenal di kalangan warga Surabaya. Tempat ini menjual bakso khas Surabaya.
Seporsi bakso isinya tahu, siomai basah, pentol kasar, pentol halus, dan beragam gorengan.
Harga satu porsi dari Rp30.000.
Lokasinya di jalan Kembang Jepun no 180, Pabean Cantian. Buka setiap hari jam 09.00-16.00.
Baca Juga: Satu Bentuk Beragam Rupa, Ini 6 Jenis Kuliner Bakso dari Berbagai Daerah Nusantara