Atraksi budaya
Pelancong yang datang ke Desa Wisata Sade akan dipuaskan dengan beragam atraksi budayanya.
Dimulai dari acara sambutan khas Suku Sasak yang berupa atraksi peresean.
Yakni, dua pria saling beradu kekuatan menggunakan alat pukul dari rotan dan tameng dari kulit kerbau.
Baca Juga: Bali Sudah Overtourism, Ke Lombok Saja dan Temukan Suasana yang Berbeda di Empat Gili, Selain Gili Trawangan
Semua penduduk desa masih mengenakan pakaian adat khas Suku Sasak.
Sementara kaum prianya bercocok tanam, perempuan Desa Wisata Sade pembuat kain tenunan.
Sudah jadi kewajiban bagi kaum perempuan Suku Sasak untuk bisa menenun.
Mereka memintal kapas dan menenun semua pakaiannya sendiri.
Pengunjung bisa melihat langsung proses menenun kainnya dan boleh membeli langsung.
Berkunjung ke Desa Wisata Sade tidak dipungut biaya.
Pengunjung cukup menulis nama di buku tamu dan menyumbang serelanya.***