ragam

Terlempar ke Masa Lalu di Desa Wisata Sade, Desa Adat Suku Sasak yang Berumur 1.500 Tahun

Rabu, 16 Oktober 2024 | 15:30 WIB
Pintu masuk ke Desa Wisata Sade.

Atraksi budaya
Pelancong yang datang ke Desa Wisata Sade akan dipuaskan dengan beragam atraksi budayanya.

Dimulai dari acara sambutan khas Suku Sasak yang berupa atraksi peresean.

Yakni, dua pria saling beradu kekuatan menggunakan alat pukul dari rotan dan tameng dari kulit kerbau.

Baca Juga: Bali Sudah Overtourism, Ke Lombok Saja dan Temukan Suasana yang Berbeda di Empat Gili, Selain Gili Trawangan

Semua penduduk desa masih mengenakan pakaian adat khas Suku Sasak.

Sementara kaum prianya bercocok tanam, perempuan Desa Wisata Sade pembuat kain tenunan.

Sudah jadi kewajiban bagi kaum perempuan Suku Sasak untuk bisa menenun.

Baca Juga: Main di Pantai Bersama Kuda di Gili Asahan, Destinasi Wisata Andalan di Lombok yang Punya Pesona Pasir Seputih Salju

Mereka memintal kapas dan menenun semua pakaiannya sendiri.

Pengunjung bisa melihat langsung proses menenun kainnya dan boleh membeli langsung.

Berkunjung ke Desa Wisata Sade tidak dipungut biaya.

Pengunjung cukup menulis nama di buku tamu dan menyumbang serelanya.***

Halaman:

Tags

Terkini