ragam

Tidak Seelit Sekarang, Jalan Dago, Bandung, di Zaman Dulu Justru Dihindari dan Ditakuti Orang

Selasa, 22 Oktober 2024 | 13:00 WIB
Jalan Dago yang rindang dan asri. (instagram/bandung.banget via ayobandung.com)

Kabar BUMN - Salah satu jalan ikonik di Bandung, jalan Dago, punya sejarah yang panjang, sepanjang keberadaan kota itu.

Nama resminya pun kini jalan Ir H Juanda tetapi masyarakat luas masih terbiasa menyebutnya jalan Dago.

Ada sejumlah fakta tentang Jalan Dago yang banyak dituju pelancong ketika wisata ke Bandung.

Baca Juga: DAMRI Buka Rute Baru dari Trans Studio Mall Bandung Menuju Stasiun Kereta Cepat Tegalluar, Pembelian Tiket Secara Offline

Daerah rawan rampok
Jalan Dago dikenal dengan kawasan elit dengan rumah-rumah besar berarsitektur kolonial Belanda.

Tidak begitu dulu. Selain hanya jalan setapak, kawasan ini terbilang rawan karena dikuasai perampok.

Karena daerahnya dekat hutan, masih banyak binatang liar berkeliaran, seperti harimau, monyet, dan badak.

Dago menjadi rumah tinggal pejabat Belanda ketika banyak perkebunan dibuka di sekitar Priangan dan saat perluasan kota.

Baca Juga: Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kalau-kalau Ingin Langsung Kulineran Setelah dan Sebelum Naik Kereta

Didagoan
Jalan Dago berada di Bandung Utara, masuknya di Kecamatan Coblong, 5 kilometer dari pusat kota Bandung.

Nama Dago diambil dari kata dalam bahasa Sunda yaitu didagoan, artinya ditunggu.

Pada masa itu banyak masyarakat yang menjadikan jalan Dago sebagai titik bertemu atau menunggu teman.

Sebelum kemudian melanjutkan perjalanan bersama-sama.

Baca Juga: Kopi Cantel Braga: Tempat Nongkrong Baru di Tengah Kota Bandung

Halaman:

Tags

Terkini