3. Chiles en nogada
Kuliner asal Meksiko ini dipercaya diciptakan oleh suster di biara di Puebla pada abad ke 18.
Menu ini terbuat dari cabai poblano yang diisi dengan cacahan buah dan kacang.
Lalu dibalur dengan nogada atau saus kenari. Rasanya pedas dan manis.
Menu ini biasanya dihidangkan di perayaan kemerdekaan Meksiko karena warnanya mirip warna bendera negara itu.
Baca Juga: 6 Makanan Paling Pedas di Seluruh Dunia, Mulai dari Asia Sampai ke Kawasan Amerika
4. Lobster air tawar
Lobster air tawar jadi hidangan khas musim dingin bagi penduduk di Swedia sejak abad 15.
Biasanya mulai Agustus-Oktober, lobster mudah ditemukan di sungai-sungai di Swedia.
Zaman dulu hidangan ini hanya untuk kaum bangsawan, sekarang siapa pun bisa menikmatinya.
Lobster bisa dimakan segar dan mentah dengan roti dan keju tua, atau pun diolah jadi sosis, ragut, dan puding.
Baca Juga: Masjid-masjid Megah di Eropa, Selain Beribadah Juga Bisa Berwisata ke Sini
5. Boga bahari
Bagi orang Korea Selatan, musim gugur adalah waktunya untuk pesta boga bahari.
Kondisi lautan pada musim ini memungkinkan banyaknya tangkapan aneka hasil laut.
Setiap daerah punya menu boga bahari berbeda-beda. Ada blue crabs, udang jumbo, dan ikan selangat.
Hasil laut ini bisa dimakan mentah, panggang, sering juga dibuat sup dengan tambahan jamur dan kesemek.***