2. Stasiun Purwosari
Tidak lama setelah Solo punya Stasiun Solo Balapan, dibangun pula Stasiun Purwosari.
Stasiun ini dibangun melanjutkan pembangunan rute ke Selatan, tepatnya ke Klaten dan Yogyakarta.
Stasiun Purwosari didirikan tahun 1875.
Baca Juga: Dekat dari Stasiun Purwosari, Ini 5 Destinasi Wisata Kota Solo yang Bisa Kamu Kunjungi
Jalur kereta apinya punya percabangan di Pabrik Gula Colomadu dan Pabrik Gula Kartasoera.
Percabangan ini sengaja dibuat untuk pendistrubusian hasil gula ke kota.
Beberapa bagian stasiun masih mempertahankan bentuk asli, termasuk tegel yang diproduksi Alfred Regout & Co.
Baca Juga: Wisata Sejarah ke Bekas Pabrik Gula di Solo Raya, Menilik Sisa-Sisa Kejayaan Produksi di Masa Lalu
3. Stasiun Jebres
Stasiun lain di kota Solo yang juga umurnya lebih dari 100 tahun adalah Stasiun Jebres.
Didirikan tahun 1884 oleh SS (Staatpoorwegen).
Stasiun didirikan atas usulan Pakubuwono X untuk melayani jalur timur Solo lewat Sragen.
Baca Juga: 4 Tempat Kuliner yang Direkomendasikan di Sekitaran Pasar Klewer, Solo
Seperti juga Stasiun Solo Balapan yang jadul dan estetik, begitu pula dengan Stasiun Jebres.
Stasiun ini dirancang Thomas Karsten dengan gaya arsitektur indish.
Di bagian depan stasiun banyak detail neoklasik. Sementara di bagian lain ada sentuhan elemen Jawa.