Di museum seni terbesar di Amerika, hingga tahun 2000, ada sekitar 1,5 juta koleksi di simpan.
Ada banyak koleksi lukisan, patung dan karya grafis di zaman Eropa kuno.
Baca Juga: Tips Liburan ke New York Hemat Budget
Selain itu ada pula koleksi seni kontemporer dari Amerika, Asia Afrika, dan Oseania.
Museum virtual The Met dilengkapi konsep 360 derajat sehingga orang bisa melihat koleksi dari berbagai sisi.
Pihak museum bekerja sama dengan Google Art & Culture.
Bagi yang punya VR headset bisa menggunakannya untuk merasakan pengalaman seakan-akan betul di tengah museum.
Baca Juga: Unggul dalam Inovasi Sustainable Development Goals, PHE Diseminasi Program Wasteco di New York
3. Vatican Museum
Museum yang berada di bawah Gereja Katolik Roma di Vatikan ini memiliki koleksi barang-barang seni.
Mulai dari lukisan dan patung karya seniman terkenal seperti Michaelangleo, Raphael, dan Fra Angelico.
Museum terbagi atas 24 galeri dan satu kapel Sistina.
Baca Juga: 5 Lima Negara Terkecil di Dunia, Beberapa di Antaranya Berada di Dalam Kota Negara Lainnya
Di museum virtual ini, tidak hanya koleksi lukisan dan foto, pengunjung juga bisa melihat interior museum.
Vatican Museum terkenal sangat indah dengan dinding dan langit-langit yang dihiasi lukisan.