Habibatnya banyak ditemukan di Kepulauan Seribu dan wilayah Kapuas, Kalimantan Barat.
Sekarang jumlahnya semakin berkurang.
Karena itu elang bondol masuk golongan hewan endemik yang dilindungi.
Baca Juga: 4 Tempat Makan Ayam Goreng Lokal dan Legendaris di Jakarta, Rasanya Indonesia Banget!
2. Sulit dikembangbiakan
Semakin sedikitnya populasi elang bondol karena pengaruh proses berkembangbiaknya.
Elang bondol melakukan kawin di udara saat mereka terbang.
Ketika kawin, elang berada di udara dan terbang nyaris di di atas laut. Lalu terbang tinggi lagi.
Baca Juga: Pengen Liburan Outdoor di Jakarta? Coba Kunjungi 4 Destinasi Wisata Ini
Karena itu proses perkembangbiakan di kandang menjadi cukup sulit.
Diperkirakan saat ini populasi elang bondol di Kepulauan Seribu hanya tersisa 32 ekor.
Selain di Taman Margasatwa Ragunan ada pula yang direhabilitasi di Pulau Kotok, Kepulauan Seribu.
Baca Juga: Ecopark Ancol, Tempat Rekreasi Alam yang Bisa Kamu Nikmati di Jakarta Tanpa Biaya Masuk
3. Burung pemakan bangkai
Elang bondol bernama latin Haliastur Indus.
Dibandingkan burung elang, karakternya lebih mirip burung pemakan bangkai.
Mereka mampu terbang hingga ketinggian 20-50 meter.