ragam

Sejarah Valentine: Mengapa Disebut sebagai Hari Kasih Sayang?

Rabu, 5 Februari 2025 | 14:00 WIB
Ilustrasi - Temukan sejarah Valentine dan asal-usulnya sebagai Hari Kasih Sayang, dari kisah Santo Valentinus hingga tradisi modern yang berkembang di seluruh dunia. (Freepik)

Kabar BUMN - Setiap tanggal 14 Februari, banyak orang di seluruh dunia merayakan Hari Valentine sebagai momen untuk menunjukkan kasih sayang kepada orang terdekat.

Namun, tidak banyak yang tahu asal-usul sebenarnya dari perayaan ini dan mengapa hari ini begitu identik dengan cinta.

Sejarah Hari Valentine memiliki berbagai versi yang menarik dan berkembang dari waktu ke waktu hingga menjadi tradisi yang dikenal luas saat ini.

Baca Juga: Loker BUMN! PT MUM Mencari Relationship Officer untuk Penempatan di Yogyakarta

Asal Usul Nama Valentine: Kisah Santo Valentinus

Valentine berasal dari nama seorang santo dalam tradisi Kristen, yaitu Santo Valentinus. Menurut salah satu legenda, ia adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ke-3 Masehi di bawah pemerintahan Kaisar Claudius II.

Saat itu, Claudius melarang pernikahan bagi para prajurit karena ia percaya bahwa laki-laki lajang lebih baik dalam pertempuran.

Baca Juga: Rangkaian Event Seru di Pertamina Mandalika International Circuit Februari 2025

Namun, Valentinus diam-diam menikahkan pasangan muda yang jatuh cinta, sehingga ia akhirnya ditangkap dan dihukum mati pada 14 Februari.

Karena tindakannya yang dianggap sebagai simbol pengorbanan demi cinta, ia dikenang sebagai pelindung kasih sayang.

Dari Festival Lupercalia ke Hari Kasih Sayang

Baca Juga: MonPers Date 2025: Rayakan Hari Kasih Sayang di Monumen Pers Nasional!

Selain kisah tersebut, ada juga versi lain yang menyebutkan bahwa Hari Valentine berasal dari festival Lupercalia yang dirayakan di Roma kuno setiap pertengahan Februari.

Lupercalia adalah festival kesuburan yang dipersembahkan kepada dewa Faunus serta pendiri Roma, Romulus dan Remus.

Halaman:

Tags

Terkini