Kabar BUMN - Dalam beberapa tahun terakhir, konsep micro tourism atau wisata mikro semakin populer di kalangan wisatawan.
Tren ini menekankan perjalanan ke destinasi yang lebih dekat, kecil, dan sering kali tersembunyi.
Dengan demikian, micro tourism memberikan pengalaman wisata yang lebih personal dan mendukung keberlanjutan lingkungan serta ekonomi lokal.
Baca Juga: Tips Ampuh Mencegah Sembelit Selama Puasa, Tidak Cukup Hanya Konsumsi Serat
Apa Itu Micro Tourism?
Micro tourism adalah konsep perjalanan yang berfokus pada destinasi lokal atau regional yang dapat dijangkau dengan waktu tempuh singkat, biasanya kurang dari 3 jam dari tempat tinggal wisatawan.
Wisata ini sering kali melibatkan eksplorasi tempat-tempat unik seperti desa wisata, taman alam, kafe tematik, atau atraksi budaya yang belum banyak terjamah.
Baca Juga: Rekomendasi Kue Kering yang Harus Dihidangkan di Meja Lebaran 2025
Keunggulan Micro Tourism
1. Lebih Hemat Biaya – Karena tidak memerlukan perjalanan jauh, wisata mikro mengurangi pengeluaran untuk transportasi dan akomodasi.
2. Ramah Lingkungan – Mengurangi jejak karbon dengan meminimalkan penggunaan transportasi udara atau jarak jauh.
3. Mendukung Ekonomi Lokal – Membantu pengusaha kecil dan komunitas lokal dengan meningkatkan kunjungan ke bisnis mereka.
4. Minim Risiko Kelelahan – Wisata yang lebih singkat memungkinkan wisatawan menikmati perjalanan tanpa merasa terlalu lelah.
Baca Juga: Waktu Mudik Sudah Menjelang, Ini yang Harus Dilakukan Agar Tidak Mabuk Perjalanan