ragam

Kampung Wisata Keramik Dinoyo, Malang, Mulai Giatkan Edukasi Demi Keberlanjutan Tradisi

Rabu, 2 April 2025 | 15:30 WIB
Tugu penanda di pintu masuk Kampung Wisata Keramik Dinoyo, Malang. (Z Creators/Bhekti Setyowibowo via indozone.id)

Kabar BUMN - Kampung Wisata Keramik Dinoyo, Malang, termasuk perkampungan yang mewariskan tradisi secara turun-temurun.

Tradisi di Kampung Wisata Keramik Dinoyo ini berupa keahlian membuat keramik sampai lahir istilah Kampung Keramik.

Masyarakat di Kampung Wisata Keramik Dinoyo sudah memproduksi gerabah sekitar tahun 1930-an.

Baca Juga: Tidak Hanya Apel Malang, Ini Camilan Tradisional dan Kekinian dari Malang yang Biasa untuk Oleh-Oleh

Waktu itu banyak petani tebu yang punya ketrampilan mengolah tanah liat untuk dibuat jadi peralatan dapur.

Sampai sekitar tahun 1950an, di kampung itu dibangun proyek percontohan pabrik keramik.

Dari sinilah munculnya industri keramik, perlahan perajin gerabah pun beralih menjadi perajin keramik.

Baca Juga: 4 Tempat Wisata Alam yang Direkomendasikan di Kepanjen, Malang

Tidak lagi dari tanah liat, yang digunakan tanah putih yang merupakan bahan dasar keramik.

Sejalan waktu banyak orang yang tahu dan setiap mencari keramik pasti datang ke Kampung Wisata Keramik Dinoyo.

Kampung ini pun berubah menjadi sentra keramik hingga sekarang.

Baca Juga: 4 Tempat Sarapan di Dekat Stasiun Malang

Perajin di Kampung Wisata Keramik Dinoyo membuat produk keramiknya lebih banyak secara manual atau dengan tangan. (kumparan.com )

Sentra Keramik
Kampung Wisata Keramik Dinoyo berada jalan MT Haryono, Malang. Warga setempat menyebutnya Jalan Keramik.

Di pintu masuk jalan, berdiri guci keramik raksasa yang menjadi penanda perkampungan keramik.

Halaman:

Tags

Terkini