Sepanjang jalan, ada banyak bengkel pekerja keramik.
Baca Juga: 4 Kolam Pemandian di Malang yang Sejuk, Makin Sejuk Karena Airnya Berasal dari Mata Air Alami
Orang bisa melihat langsung proses pembuatan ataupun langsung membelinya.
Para pengrajin juga menerima beberapa pesanan desain keramik.
Saat ini produksi keramik di Kampung Wisata Keramik Dinoyo sudah berbeda jauh dengan masa awal kemerdekaan.
Kalau dulu, pembakaran gerabah menggunakan bahan bakar dari ranting kayu dan jerami.
Sempat juga menggunakan minyak tanah dan solar.
Sekarang menggunakan tungku mesin dengan bahan bakar gas. Ini membuat produksi mereka jadi cepat jadi.
Baca Juga: Bonderland Carnival Park: Destinasi Liburan Seru untuk Semua Kalangan di Malang, Ini Harga Tiketnya
Sebagai pusat edukasi
Sejak dulu perajin di Kampung Wisata Keramik Dinoyo punya tujuan membuat karya seni atau kerajinan tangan.
Karenanya, produk keramiknya lebih banyak yang dibuat secara manual atau dengan tangan.
Beberapa perajin saja yang membuat dengan proses cetakan.
Misalnya membuat guci, pot atau gelas. Setelah jadi baru dihias atau dilukis secara manual.
Baca Juga: Malang Punya Wisata Pantai Tiga Warna dan Segala Pesonanya