ragam

Stasiun Kereta Api yang Dibangun di Zaman Hindia Belanda di Jabodetabek, Bernilai Sejarah dan Indah

Kamis, 3 April 2025 | 08:30 WIB
Stasiun Tanjung Priok (heritage.kai.id)

Dulu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat dan mengangkut hasil pertanian ke Batavia.

Pada saat itu halte dibangun di dekat tanah kosong dan sawah liar.

Setelah jalur kereta Batavia - Buienzorg (Jakarta - Bogor) dibuka, halte Depok menjadi Stasiun Depok.

Baca Juga: 4 Rumah Makan Padang Legendaris di Jakarta, Ada yang Menu Dendengnya Pernah Memenangkan Lomba Masak Nasional

Setelah kemerdekaan namanya berganti menjadi Stasiun Depok lama.

Saat dibangun, stasiun terbilang kecil, sisa-sisa bangunan lamanya masih dipertahankan sampai sekarang.

Karena meningkatnya volume penumpang, Stasiun Depok Lama diperbesar dan ditambah depo KRL.

Sekarang Stasiun Depok Lama menjadi depo KRL yang terbesar di Asia Tenggara.

Baca Juga: Terbang Bebas di iFly Jakarta! Sensasi Skydiving Tanpa Terjun dari Pesawat

Stasiun Bogor sering menjadi pintu masuk warga Jakarta yang ingin melarikan diri sejenak dari rutinitas. (lovelybogor.com)

3. Stasiun Bogor
Setelah dibukanya jalur kereta Batavia - Buienzorg, dibuka juga stasiun Bogor sebagai pemberhentian terakhir.

Stasiun Bogor didirikan Staats Spoorwegen (perusaahaan kereta api Hindia Belanda).

Didirikan 1872, ini awalnya terminal kecil, baru tahun 1881 dibangun gedung Stasiun Bogor.

Selain melayani kereta uap, Stasiun Bogor juga sempat melayani kereta listirik sejak tahun 1930.

Baca Juga: 4 Restoran di Jakarta yang Menyajikan Kuliner Vietnam dengan Cita Rasa Autentik

Halaman:

Tags

Terkini