Kabar BUMN - Stasiun Gambir merupakan salah satu stasiun besar di Jakarta yang melayani kereta jarak jauh.
Tetapi di akhir tahun 2025, diisyarakatkan Stasiun Gambir tidak melayani kereta jarak jauh lagi.
Dari awal dibangun pemerintah Belanda, Stasiun Gambir memang selalu mengalami perubahan.
Yang pasti, sejak sebelum kemerdekaan RI, stasiun ini sudah melayani penumpang.
Baca Juga: 4 Tempat Wisata di Sekitar Stasiun Gambir, Jalan Kaki ke Situ Tidak Lebih dari 15 Menit
1. Awalnya bernama Stasiun Weltervreden
Stasiun Gambir didirikan 4 Oktober 1884 sejalan dengan dibukanya rute Jakarta - Bogor tahun 1869.
Di masa itu di Jakarta hanya ada Stasiun Koningsplein (sekarang silang Monas) yang terbilang kecil.
Stasiun ini tidak mampu menampung banyak penumpang, sehingga dicari lokasi stasiun baru.
Stasiun Weltevreden dibangun di tanah rawa milik Anthony Paviljoen.
Pada tahun 1697 dibeli Cornelis Chastelien dan dibangun rumah dan dua kincir penggiling tebu.
Baru setelah itu tempat ini berubah jadi stasiun kereta api.
Baca Juga: Simak! Tulang Bawang Lampung ke Stasiun Gambir Jakarta Cuma Rp300 Ribu Pakai Damri
Artikel Terkait
Arti Kode Angka di Papan Nama Stasiun Kereta Api
5 Stasiun Kereta Api yang Cantik dan Instagramable, Berumur Lebih dari 100 Tahun
Yuk, Nantikan Kesempatan Jalan-Jalan Naik Kereta Api Di Sumatra
5 Stasiun Kereta Paling Cantik di Dunia, Keindahan Interiornya Melebihi Istana
4 Stasiun Kereta Api di Solo, Infrastruktur Tua yang Umurnya Lebih dari 100 Tahun Tetapi Masih Cantik
Mengenal Wajah, 20 Stasiun Kereta Api Kini Manfaatkan Fasilitas Face Recognition