Dulu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat dan mengangkut hasil pertanian ke Batavia.
Pada saat itu halte dibangun di dekat tanah kosong dan sawah liar.
Setelah jalur kereta Batavia - Buienzorg (Jakarta - Bogor) dibuka, halte Depok menjadi Stasiun Depok.
Setelah kemerdekaan namanya berganti menjadi Stasiun Depok lama.
Saat dibangun, stasiun terbilang kecil, sisa-sisa bangunan lamanya masih dipertahankan sampai sekarang.
Karena meningkatnya volume penumpang, Stasiun Depok Lama diperbesar dan ditambah depo KRL.
Sekarang Stasiun Depok Lama menjadi depo KRL yang terbesar di Asia Tenggara.
Baca Juga: Terbang Bebas di iFly Jakarta! Sensasi Skydiving Tanpa Terjun dari Pesawat
3. Stasiun Bogor
Setelah dibukanya jalur kereta Batavia - Buienzorg, dibuka juga stasiun Bogor sebagai pemberhentian terakhir.
Stasiun Bogor didirikan Staats Spoorwegen (perusaahaan kereta api Hindia Belanda).
Didirikan 1872, ini awalnya terminal kecil, baru tahun 1881 dibangun gedung Stasiun Bogor.
Selain melayani kereta uap, Stasiun Bogor juga sempat melayani kereta listirik sejak tahun 1930.
Baca Juga: 4 Restoran di Jakarta yang Menyajikan Kuliner Vietnam dengan Cita Rasa Autentik
Artikel Terkait
Arti Kode Angka di Papan Nama Stasiun Kereta Api
5 Stasiun Kereta Api yang Cantik dan Instagramable, Berumur Lebih dari 100 Tahun
5 Stasiun Kereta Paling Cantik di Dunia, Keindahan Interiornya Melebihi Istana
4 Stasiun Kereta Api di Solo, Infrastruktur Tua yang Umurnya Lebih dari 100 Tahun Tetapi Masih Cantik
Diawali Kebiasaan Masyarakat Lokal, Jadilah Nama Stasiun Besar di Jakarta Ini Digunakan Sampai Sekarang
Unik, Stasiun-stasiun Kereta di Indonesia yang Lokasinya di Dataran Tinggi Kenali dengan Pemandangan Indah di Sekitarnya