Kabar BUMN - Faktor bangga atau ingin membagi informasi, orang terbiasa memposting boarding pass perjalanannya.
Baik itu sebelum atau sesudah keberangkatan, kebiasaan memposting boarding pass sangat tidak disarankan.
Ada bahaya yang mengintai ketika seseorang memposting boarding pass-nya ke media sosial.
Baca Juga: Jangan Karena Solo Traveling Jadi Cuek dengan Lingkungan, Cobalah Cari Teman Saat Menginap di Hostel
1. Barcode memuat data penting
Boarding pass memuat banyak data penting dan personal.
Yakni, nama lengkap, nomor penerbangan, kode booking, barcode atau QR code yang dicantumkan.
Barcode ini juga memuat sejumlah data encrypted.
Jika orang bisa membacanya, ada kemungkinan terjadinya pencurian data pribadi.
Baca Juga: Panduan Memilih Headphone Agar Traveling Makin Menyenangkan
2. Kejahatan siber
Dengan maraknya kejahatan siber, penipu mungkin memanfaatkan keterangan boarding pass untuk beraksi.
Misalnya, pura-pura seorang customer service atau petugas airlines yang menghubungi penumpang.
Mengatakan seolah-olah ada kesalahan jam penerbangan atau penumpang mendapat sejumlah hadiah.
Dan secara halus meminta pemilik boarding pass memberikan data-data pribadi.
Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Traveling Beramai-ramai untuk Menghindari Potensi Konflik