Kabar BUMN - Menjelang mendaratnya kloter pertama jemaah haji Indonesia di Bandara Amir Mohammad bin Abdulaziz (AMMA), pihak Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengingatkan pentingnya menaati aturan barang bawaan.
Setiap jemaah diimbau agar tidak membawa barang yang bisa menimbulkan pemeriksaan tambahan dari otoritas bandara.
Misalnya, membawa obat-obatan tanpa resep dokter, membawa rokok dalam jumlah berlebihan, atau mengemas makanan secara tidak wajar, bisa memperlambat proses pemeriksaan.
Baca Juga: Menyibak Keindahan dan Legenda Danau Sentani, Destinasi Budaya Khas Jayapura
Pentingnya Memahami Aturan Kabin dan Bagasi
Selain menghindari barang terlarang, jemaah juga perlu memahami perbedaan antara barang yang boleh dibawa ke kabin dan barang yang wajib masuk ke dalam bagasi.
Jika salah menempatkan barang, bukan hanya berisiko disita, tetapi juga bisa menambah waktu pemeriksaan di bandara. Imbauan ini bertujuan agar proses kedatangan berjalan lancar, apalagi karena jadwal kedatangan sangat padat di hari pertama.
Baca Juga: DAMRI Hadirkan Promo Twindate 5.5, Dorong Akses Transportasi dan Logistik Lebih Terjangkau
Kemasan Makanan Jangan Terlalu Berlebihan
Salah satu perhatian petugas adalah soal cara jemaah mengemas makanan. Gunakan pembungkus secukupnya dan hindari penggunaan lakban berlebihan yang bisa menimbulkan kecurigaan.
Jika terlalu mencolok, makanan yang sebenarnya diperbolehkan bisa saja tertahan karena harus melalui pemeriksaan tambahan. Maka dari itu, kemas makanan sewajarnya saja agar proses di bandara tetap efisien.
Penutup
Dengan mematuhi aturan dan memperhatikan barang bawaan, jemaah bisa berkontribusi langsung dalam menjaga kelancaran pelaksanaan ibadah haji.