Kabar BUMN - Menjelang Hari Raya Iduladha, umat Islam dianjurkan menjalankan ibadah puasa sunnah sebagai bentuk persiapan spiritual menyambut hari besar keagamaan tersebut.
Puasa ini terdiri dari dua jenis, yaitu puasa Tarwiyah pada 8 Zulhijah dan puasa Arafah pada 9 Zulhijah, yang masing-masing memiliki keutamaan luar biasa.
Puasa Tarwiyah dan Arafah bukan sekadar ibadah rutin, tetapi menjadi bagian dari refleksi dan penyucian diri menjelang Hari Raya Iduladha.
Baca Juga: Bacaan Niat dan Tata Cara Shalat Sunnah Idul Adha, Lengkap dan Mudah Diikuti
Diriwayatkan dalam sejumlah hadis, puasa Tarwiyah dapat menghapus dosa satu tahun yang lalu, sementara puasa Arafah mampu menghapus dosa tahun lalu dan tahun yang akan datang.
Meski hadis-hadis ini masih diperdebatkan tingkat kesahihannya, banyak ulama menyepakati keutamaan dan keberkahannya.
Bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, puasa Arafah menjadi momentum yang sangat dianjurkan.
Baca Juga: Persiapan Idul Adha, Simak Tips Merebus Daging Kurban agar Cepat Empuk
Hari Arafah sendiri bertepatan dengan puncak ibadah haji, saat para jamaah berkumpul di Padang Arafah untuk wukuf.
Sementara itu, umat Islam di seluruh dunia menjalankan puasa sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan terhadap ibadah agung tersebut.
Selain sisi spiritual, puasa Iduladha juga menjadi cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak amal, serta melatih kesabaran dan keikhlasan.
Baca Juga: Pilih Kambing Lokal untuk Idul Adha? Berikut 4 Jenis Terbaik untuk Dijadikan Sebagai Hewan Kurban
Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, umat Muslim juga diajak untuk merenungkan makna pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang menjadi dasar perayaan Iduladha.
Tahun ini, Iduladha pada 10 Zulhijah 1446 H diperkirakan jatuh tanggal 6 atau 7 Juni 2025, tergantung hasil rukyatul hilal yang ditetapkan pemerintah.