Selain akomodasi, layanan lainnya juga dikemas lebih eksklusif sesuai paket yang dipilih oleh jemaah, mulai dari standar hingga VIP.
Visa Nonkuota yang Langka dan Mahal
Salah satu alasan utama mengapa biaya haji furoda begitu tinggi adalah karena visanya.
Visa ini bukan berasal dari kuota resmi pemerintah Indonesia, melainkan dari undangan langsung yang dikeluarkan oleh Kerajaan Arab Saudi, melalui jalur maktab amir atau undangan khusus dari pihak keluarga kerajaan.
Baca Juga: Menelusuri Misteri Bukit Fatukopa: Tempat Sakral dengan Bentuk Mirip Perahu di NTT
Karena jumlahnya tak menentu dan sangat terbatas, harga visanya bisa menyumbang sekitar 60 hingga 70 persen dari total biaya yang dibayarkan.
Gagal Berangkat karena Visa Tak Terbit
Sayangnya, di tahun 2025 ini, banyak calon jemaah haji furoda harus menelan kekecewaan. Hingga penutupan sistem visa pada akhir Mei, tidak ada satu pun visa furoda yang diterbitkan.
Baca Juga: Tukar POIN Sekarang! Undi-undi Hepi Telkomsel Edisi Juni Berhadiah Mobil dan Gadget
Padahal, proses pengurusan visa ini seharusnya sudah dimulai sejak awal Ramadan. Ini membuat banyak calon jemaah dan agen travel menghadapi kerugian yang tak sedikit, baik secara materi maupun moral.
Mekanisme Visa yang Rumit dan Tidak Pasti
Visa furoda memang bukan bagian dari kuota resmi pemerintah, sehingga prosedurnya bergantung penuh pada pihak pemberi undangan di Arab Saudi.
Baca Juga: Liburan Iduladha Lebih Seru dan Irit dengan Promo Spesial dari DAMRI, Ada Diskon Apa ya?
Agen travel di Indonesia harus bekerja sama dengan pihak terkait di sana, dan menunggu jatah undangan yang tidak selalu tersedia tiap tahun.