ragam

Menelusuri Sejarah Kelam dan Budaya Kuno di Desa Huta Siallagan, Samosir

Jumat, 13 Juni 2025 | 14:00 WIB
Batak Toba di Huta Siallagan (arafuru.com)

Kabar BUMN - Danau Toba tak hanya memukau lewat keindahan alamnya, tapi juga menyimpan kisah sejarah yang menggetarkan.

Salah satu situs budaya yang bisa kamu temui di kawasan ini adalah Huta Siallagan, sebuah desa kuno yang menyimpan tradisi dan nilai historis luar biasa.

Lokasinya berada di Pulau Samosir dan kini telah menjadi destinasi budaya yang menarik untuk dikunjungi wisatawan.

Baca Juga: Pertamina Tunjukkan Kinerja Cemerlang Sepanjang 2024, RUPS Umumkan Perubahan Jajaran Manajemen

Wisata Sejarah dengan Nuansa Mistis

Di balik benteng batu yang menjulang, Huta Siallagan menyimpan kisah kelam mengenai praktik kanibalisme yang dulu dilakukan sebagai bentuk hukuman atas kejahatan besar.

Tubuh para pelaku kejahatan tidak hanya dieksekusi, namun dihancurkan lebih dulu agar ilmu hitam yang dipercaya dimiliki pelaku tak tersebar.

Baca Juga: Tips Mudah Beradaptasi Bagi Mahasiswa Baru yang Pertama Kali Merantau ke Luar Kota

Kepala mereka diletakkan di gerbang desa sebagai bentuk peringatan, sementara jasad lainnya dibuang ke Danau Toba.

Area yang digunakan untuk proses eksekusi ini bahkan dikeramatkan, dan warga setempat dilarang melakukan aktivitas di lokasi tersebut selama beberapa hari.

Tradisi ini menjadi cerminan nilai-nilai hukum adat Batak Toba yang sangat keras dalam menjaga ketertiban dan keadilan di masa lalu.

Baca Juga: Warga Karimun Sumringah! PT Timah Bangun Penahan Abrasi, Pantai Asmara Dewi Makin Aman

Letak Strategis dan Warisan Budaya

Huta Siallagan terletak di Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, sekitar 150 meter dari tepian Danau Toba.

Perkampungan ini dibangun di atas bukit dan dikelilingi oleh tembok batu setinggi 1,5 hingga 2 meter yang dulunya berfungsi sebagai pelindung dari ancaman luar.

Baca Juga: Bersama PNM, Ibu Nira Berdayakan Perempuan Lewat Baju Adat yang Kini Mendunia

Halaman:

Tags

Terkini