Kabar BUMN - Ratusan tahun lalu, sebelum menjadi kota metropolitan, Jakarta sudah disinggahi banyak pedagang.
Tidak hanya dari daerah nusantara lain, pedagang-pedagang ini datang dari berbagai belahan dunia.
Dari awalnya berniaga, para pedagang ini kemudian menetap dan mendirikan perkampungan.
Baca Juga: Tinggal Kenangan, Ini Tempat Tuan dan Noni Belanda Dulu Bergaul di Jakarta
Perkampungan itu hanya didiami sekumpulan etnis atau keturunan tertentu.
Keberadaannya kini memberikan warna tersendiri pada Jakarta.
Salah satu yang tertua adalah perkampungan keturunan Arab yang sekarang dikenal dengan nama Pekojan.
Baca Juga: Meskipun Sudah Agak Membaur, Perkampungan-perkampungan Betawi Ini Masih Bertahan Sampai Sekarang
Sudah ada sejak abad 18
Diperkirakan pedagang-pedagang Arab ini pertama datang ke Batavia sekitar abad 18.
Belanda, yang di masa itu menguasai Batavia, kemudian mengkotak-kotakkan wilayah tinggal.
Sejumlah orang Arab yang berniat menetap di Batavia diberikan sebidang tanah untuk tempat membangun komunitas.
Baca Juga: Bangunan-Bangunan Ikonik dan Tertua di Jakarta, Umurnya Lebih dari 100 Tahun
Kebanyakan pendatang Arab berasal dari Yaman Selatan. Ada pula Muslim Koja (dari Bengali, India).