ragam

Benarkah Jalan Kaki Lebih Efektif Menurunkan Berat Badan daripada Lari? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Minggu, 6 Juli 2025 | 20:00 WIB
Ilustrasi -Jalan kaki vs lari: mana yang lebih efektif untuk menurunkan berat badan? Simak penjelasan ilmiahnya dan temukan pilihan terbaik untuk tubuhmu. (Freepik/jcomp)
  • Minim risiko cedera

  • Cocok untuk semua usia dan tingkat kebugaran

  • Baca Juga: Diskon Tiket Kapal PELNI Hampir Habis, Perjalanan hingga Akhir Juli Diserbu Penumpang

    Kekurangan lari:

    • Lebih berisiko menimbulkan cedera (lutut, pergelangan kaki)

    • Tidak cocok bagi orang dengan obesitas atau masalah jantung

    Baca Juga: Liburan ke Luar Negeri Bersama Balita? Ini 7 Tips Ampuh Agar Si Kecil Tak Rewel

    Ilmu di Balik Pembakaran Lemak

    Tubuh membakar lemak dan karbohidrat saat berolahraga, tergantung pada intensitasnya.

    Jalan kaki yang tergolong low-impact cenderung memicu pembakaran lemak lebih banyak karena menggunakan sistem energi aerobik secara dominan.

    Baca Juga: Kimia Farma Luncurkan Fentakaf, Injeksi Anestesi Buatan Lokal untuk Kurangi Ketergantungan Impor

    Sementara itu, lari menggunakan energi lebih cepat dari karbohidrat dan menstimulasi pembakaran kalori pasca olahraga (afterburn effect), yang tetap memberi efek positif untuk pelangsingan.

    Penelitian dalam Journal of Obesity menunjukkan bahwa aktivitas ringan seperti jalan kaki dengan durasi cukup panjang (lebih dari 45 menit per sesi) tetap efektif dalam menurunkan lemak tubuh jika dilakukan secara rutin.

    Jadi, Mana yang Lebih Baik?

    Baca Juga: Liburan Sekolah Semakin Seru Menjelajahi Pesona Alam Banyuwangi, Berikut Rekomendasi 7 Tempat Wisata untuk Dikunjungi

    Tidak ada jawaban mutlak. Pilihan terbaik tergantung pada:

    • Kondisi tubuh (apakah bisa melakukan aktivitas intens?)

    Halaman:

    Tags

    Terkini