ragam

Cagar Alam Leuweung Sancang, Garut, Lokasi Terakhir Prabu Siliwangi Sebelum Menjadi Macan Putih

Senin, 7 Juli 2025 | 15:30 WIB
Cagar Alam Leuwung Sancang menempati kawasan seluas 2.000 hektare. (Java Travel via insiden24.com)

Menjelajahi hutan tropis
Salah satu aktivitas menyenangkan di cagar alam ini menjelajahi hutan tropis dengan trekking.

Di dalam hutan terdapat sekitar 21 mamalia. Lima jenis di antaranya termasuk yang dilindungi.

Yaitu owa jawa, lutung budeng, macan tutul, bokol, jelang hitam, dan banteng liar.

Banteng liar termasuk yang sulit ditemukan karena populasinya hanya 96 pada tahun 1994.

Baca Juga: Kafe Bernuansa Ala Jogja Ini Sudah Lama Ada di Garut, Kamu Sudah ke Sini?

Ada yang mengatakan hewan ini sudah punah, namun beberapa waktu lalu ada yang melihatnya.

Sementara floranya antara lain werejit, pohon paalahlar, pohon meranti, dan pohon kaboa yang dianggap sakral.

Masyarakat Sancang percaya pohon ini berasal dari tongkat terakhir Prabu Siliwangi.

Ia menancapkannya sebelum berubah wujud jadi macan putih dan menghilang di tengah hutan Leuweung Sancang.

Baca Juga: Gunung Sagara, Pesona Tersembunyi Garut yang Kian Dilirik Para Pendaki

Untuk masuk ke Pantai Sancang satu-satunya jalan hanya dengan menembus hutan. (Facebook/Garut Selatan Net)

Pantai Sancang
Kawasan cagar alam ini juga punya pantai cantik, Pantai Sancang.

Untuk masuk ke pantai satu-satunya jalan hanya dengan menembus hutan.

Pantai pasir putih ditumbuhi banyak pohon kaboa.

Selain main di pinggir pantai, bisa menyewa perahu sampai ke tengah laut atau snorkeling.

Baca Juga: Pantai-pantai Indah di Selatan Garut, Ombaknya Besar Karena Menghadap Langsung Samudra Hindia

Halaman:

Tags

Terkini