Kabar BUMN - Kini sedang diminati, terutama di Jakarta, pada dasarnya padel sudah diciptakan di 1969 di Meksiko.
Saat itu, pria bernama Enrique Corcuena ingin bermain tenis di taman rumahnya.
Karena keterbatasan lahan, ia melakukan beberapa penyesuaian, agar tidak mengganggu lingkungan.
Mulai dari ukuran lapangan, memasang dinding agar bola tidak keluar, hingga cara memainkannya.
Baca Juga: Siap-Siap Oktober 2025! MotoGP Mandalika Hadir Lagi, Tiket Resmi Jangan Beli Sembarangan
Olahraga ini yang dinamai padel ini makin meluas tahun 1974 setelah diperkenalkan Pangeran Alfonso of Hohenhole.
Ia mendirikan dua lapangan padel di hotel miliknya, Marbella Club Hotel, Spanyol.
Tahun 1975, miliader Argentina, Julio Menditeguy, membawa olahraga ini ke negaranya.
Sejak saat itulah kepopuleran padel meluas kemana-mana.
Baca Juga: Eksplorasi Keindahan Nglanggeran, Desa Wisata di Yogyakarta yang Diakui UNESCO Global Geopark
Permainan ganda
Salah satu pembeda utama padel dan tenis adalah aturan mainnya. Padel hanya dimainkan ganda.
Harus ganda karena kecepatan bola dan lapangan yang kecil lebih cocok dilakukan dua orang.
Bila sendirian akan sangat sulit untuk mengejar dan menangkap bolanya.
Perbedaaan lainnya di raket. Raket padel lebih kecil, dan alih-alih kawat, ini bahan yang keras.