2. Pasar Terapung Muara Kuin
Pasar terapung ini bisa dibilang pasar tertua di Banjarmasin.
Pasar sudah buka sejak abad ke-14. Jauh sebelum berdirinya Kerajaan Banjar (1595).
Pasar Terapung Muara Kuin berada di antar pertemuan Sungai Barito dan Sungai Kuin.
Pada zaman dulu sudah menjadi pusat perniagaan yang penting.
Baca Juga: Menanti Mentari dari Balik Stupa, Pengalaman Langka yang Kini Bisa Kamu Rasakan Lagi
Sempat mati suri, pasar terapung ini mulai dihidupkan kembali tahun 2020 sebagai destinasi wisata.
Dagangannya utamanya tetap saja sayur mayur, buah-buahan, dan kebutuhan sehari-hari.
Tetapi selain itu juga dijual sejumlah kuliner, seperti soto banjar, kopi dan jajanan tradisional lainnya.
Baca Juga: Tempat Wisata di Kepulauan Anambas yang Sudah Pasti Belum Dijual dan Masih Bisa Dikunjungi Umum
3. Pasar Terapung Alun-alun Kapuas
Pasar terapung ini mungkin tidak sepopuler dua pasar terapung di Banjarmasin, tetapi ramai juga.
Pasar Terapung Alun-alun Kapuas lokasinya di Jalan Rahadi Usman, Kecamatan Pontianak Kota, Pontianak.
Konsepnya mirip dua pasar terapung di Banjarmasin, di mana penjual mejajakan dagangan dari atas perahu.
Baca Juga: Borobudur Tour Naik VW, Wisata Rasa Budaya dari Desa ke Desa
Saat ini Pasar Terapung Alun-alun Kapuas lebih dipusatkan sebagai tempat nongkrong dan berkuliner.