Suara ini berasal dari gelombang raksasa yang sedang bergerak cepat menuju pantai.
Jika kamu mendengar suara semacam itu, jangan menunggu untuk melihat apa yang terjadi, segera menjauh dari wilayah pesisir.
Baca Juga: Wisata Kano Rawa Pening: Serunya Mendayung, Pulangnya Naik Perahu!
4. Perubahan Perilaku Hewan
Hewan memiliki insting alami yang tajam terhadap perubahan lingkungan. Jika kamu melihat binatang peliharaan, burung, atau hewan liar tiba-tiba panik, berlari ke daratan, atau menjauh dari laut tanpa sebab yang jelas, bisa jadi mereka sedang merespon ancaman tsunami.
Ini bisa menjadi sinyal bagi manusia untuk segera ikut mengungsi.
Baca Juga: Telkom Gandeng 5 Sekolah di Ciayumajakuning, Percepat Transformasi Belajar Digital
5. Peringatan Resmi dari BMKG atau Otoritas Terkait
Meski tanda-tanda alam penting diperhatikan, kamu juga harus selalu waspada terhadap peringatan dari lembaga resmi seperti BMKG.
Jika ada peringatan dini tsunami yang diumumkan melalui sirine, SMS, media sosial, atau siaran radio, ikuti instruksi evakuasi dengan tenang dan cepat.
Baca Juga: Pertamuda Workshop Series, Komitmen Pertamina Membangun Ekosistem Kewirausahaaan Energi
Kesimpulan
Tsunami tidak selalu datang tanpa peringatan. Dengan mengenali tanda-tanda awal seperti gempa bumi kuat, air laut surut, suara gemuruh, dan perilaku aneh hewan, kamu bisa mengambil langkah evakuasi lebih cepat.
Jangan abaikan juga peringatan dari otoritas resmi. Kesadaran dan respons cepat bisa membuat perbedaan besar dalam situasi darurat. ***