4. Ambil alih tanggung jawab
Semua orang bisa jadi atasan tetapi tidak semua orang bisa jadi pemimpin yang baik. Sering kali ini ada hubungannya dengan karakter atasan.
Baca Juga: Kembangkan Pasar BNI Xpora, BNI Menjajaki Bisnis ke Australia
Walau lebih gampang menyalahkan atasan. Namun, ini tidak akan menyelesaikan masalah. Ada baiknya Anda yang 'sedikit' mengambil alih tanggung jawab tersebut. Lakukan yang harus dilakukan dan bantu rekan kerja untuk menyelesaikan tanggung jawab dalam tim.
Tetapi perlu hati-hati. Jangan sampai hanya atasan yang mendapat kredit pujian dari kerjaan tersebut. Sementara kerjaan Anda dan tim tidak diketahui atasan yang lebih tinggi atau korporat.
5. Berempati
Bukan cuma Anda yang alami kendala dan tekanan bekerja. Atasan pun merasakannya, terutama bila ia membawahi banyak anak buah. Coba berempati kalau atasan juga punya tanggung jawab besar dalam perusahaan. Bisa jadi mereka dibebani target yang sangat besar.
Baca Juga: Komitmen Lindungi Pekerja, Bukit Asam Raih Paritrana Award
Tidak hanya itu. Sebagai individu, kadang atasan juga memiliki masalah personal yang bisa mempengaruhi moodnya di kantor. Beri atasan waktu untuk menyelesaikan masalah pribadinya. Asal tidak berlarut-larut, coba bertoleransi pada kebawelan atasan.
Bila masalah personal sudah sangat mempengaruhi Anda dan juga kerja tim terlalu lama, tidak ada salahnya berbicara pada HRD atau atasan yang lebih tinggi lagi. ***