5 Cara Menghadapi Atasan Yang Banyak Tuntutan, Salah Satunya Jangan Takut Bertanya

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 17 Mei 2023 | 13:30 WIB
Atasan yang rewel atau banyak tuntutan adalah salah satu sumber stres di kantor. (Yan Krukau/Pexels)
Atasan yang rewel atau banyak tuntutan adalah salah satu sumber stres di kantor. (Yan Krukau/Pexels)

Kabar BUMN - Atasan yang banyak tuntutan atau rewel adalah salah satu sumber stres di kantor. Karena bila atasan tidak puas dengan kerjaan Anda, ini akan berpengaruh pada performa kerja, bahkan bisa sampai ada penilaian tidak capable dari pihak perusahaan.

Karena itu, penting untuk mengerti dan mampu menjawab apa yang jadi tuntutan dari atasan.

Bila mampu memenuhi keinginan atasan, stres Anda bisa berkurang, mengurangi kemungkinan anda jatuh sakit, meningkatkan produktivitas kerja. Dan, yang terutama, Anda bisa mendapat rekomendasi naik jabatan.

Baca Juga: Dukung Kemajuan UMKM, KAI Hadirkan UMKM Fest on Train

Ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan saat menghadapi atasan yang menyulitkan.

1. Ketahui motivasi atasan
Coba pahami kenapa atasan rewel atau menuntut sesuatu. Bisa jadi mereka juga dapat tekanan dari atasan atau pihak korporat sehingga mereka menekan timnya. Ada target-target yang perlu dipenuhi.

Sayangnya tidak semua atasan mampu mendelegasikan tugas dari korporat dengan baik. Dan, terlihat sebagai orang yang banyak menuntut. Jadi, tidak ada salahnya memberanikan diri bertanya apa target harian, mingguan, atau bulanan divisi Anda.

Baca Juga: IFG Dorong Akselerasi Literasi dan Inklusi Keuangan di Sektor Asuransi dan Dana Pensiun

2. Jangan takut bertanya
Sering ada keengganan atau ketakutan untuk bertanya pada atasan. Hilangkan perasaan ini. Terutama ketika baru bergabung di sebuah perusahaan atau divisi.

Tanyakan dengan jelas tanggung jawab dan target kerja. Bila ada yang hal tidak masih tidak dimengerti, bertanya ulang.

Pastikan memilih kalimat yang baik dan sopan saat bertanya. Jangan gunakan kalimat yang seolah-olah seperti tuduhan bahwa sebagai atasan dia tidak kompeten. Lebih tunjukkan kalau Anda masih perlu banyak belajar dari dia, dan butuh bimbingan.

Baca Juga: BRI Group Luncurkan Produk Asuransi ‘OTO Proteksi Maksima’ bagi Nasabah Private dan Prioritas

3. Coba mengerti gaya komunikasi atasan
Tiap atasan punya gaya komunikasi yang berbeda-beda. Ada beberapa yang lebih suka lewat email, ada juga yang senang melakukan meeting atau ada yang senang membombardir dengan pesan WA berulang kali.

Dengan memahami ini Anda bisa menyesuaikan dengan gaya komunikasi atasan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: Indeed.com, harvard business review

Tags

Artikel Terkait

Terkini