Namanya pun berubah jadi kopi lelet. Dalam bahasa Jawa, lelet artinya ditempelkan.
Pembeda lainnya, pola pada kopi lelet.
Bila pada kopi sedulit asal oles, ampas di kopi lelet dioleskan membentuk pola tertentu.
Baca Juga: Bermain ke Curug Pete, Hidden Air Terjun di Baturraden yang Airnya Sebening Kaca
Kopi spesial
Untuk menghasilkan ampas yang halus tidak sembarangan. Karenanya racikan kopi lelet berbeda.
Proses sangrai kopinya harus menggunakan pembakaran dari akar kayu jati.
Cara ini akan menghasilkan aroma dan rasa kopi yang berbeda.
Baca Juga: Jakarta Bird Land: Main, Belajar, dan Harga Tiket Hemat di Promo Terbatas
Saat menggiling, biji kopi harus dibuat lebih halus sampai bubuknya menyerupai bedak.
Dengan cara ini juga ampasnya akan lebih mudah ditempelkan pada batang rokok.
Di Lasem masih ada beberapa kedai kopi lelet.
Keberadaannya jadi incaran pelancong yang penasaran enikmati kopi dengan cara yang berbeda.***