ragam

Lodok Lingko, Sistem Persawahan Tradisional Berbentuk Jaring Laba-laba di Nusa Tenggara Timur

Jumat, 7 November 2025 | 17:00 WIB
Lodok Lingko Cancar, salah satu dari banyak lodok lingko di Kabupaten Manggarai, NTT. Ini sistem pembagian tanah yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. (Facebook/Ignas Picture )

Setelah itu darah kambing disiram di atas kayu teno untuk mensahkan pembagian tanahnya.

Ketua adat atau tua kampung akan mendapatkan bagian lahan yang lebih besar.

Baca Juga: Tips Liburan Aman bagi Penderita Diabetes Agar Gula Darah Tetap Terkontrol

Lingko Cancar
Persawahan dengan sistem lodok lingko tersebar di Kabupaten Manggarai, NTT.

Yaitu Lingko Cacar, Lingko Lindang, Lingko Pong Ndung, Lingko Temek, Lingko Jenggok.

Kemudian Lingko Lumpung, Lingko Purang Pane, Lingko Sepe, Lingko Wae Toso, dan beberapa lainnya.

Baca Juga: Perpaduan Kuliner Tradisional dan Cita Rasa Peranakan di Sepiring Sajian Mie Khas Jawa Timur

Persawahan yang paling sering dikunjungi orang adalah Lingko Lodok di desa Cancar.

Untuk mencapainya bisa masuk dari Ruteng, Ibu Kota Kabupaten Manggarai.

Selain bisa melihat persawahan yang unik ini dari dekat, bisa juga melihat dari atas bukit.

Pemandangannya tampak lebih cantik dan menyeluruh.

Baca Juga: Tempat Wisata di Desa Tiwingan Lama, Kalimantan Selatan, Salah Satunya Mirip Raja Ampat

Tempat terbaik melihatnya bisa dari Puncak Weol. Untuk ke puncak ada biaya masuk Rp10.000.

Untuk mencapai bukit ini pelancong harus menaiki jalan setapak yang dibuat penduduk setempat.

Ada tangga dari bambu sebanyak 250 anak tangga untuk memudahkan sampai ke puncak.***

Halaman:

Tags

Terkini