Kabar BUMN - Goa Petruk di Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, Kebumen, menjadi destinasi caving yang dikenal karena medannya yang alami dan menantang.
Berbeda dari goa wisata lain, Goa Petruk tidak memiliki penerangan permanen sehingga suasana gelapnya menambah sensasi eksplorasi bagi para petualang.
Terbentuk dari batuan kapur dengan lorong panjang dan formasi stalaktit–stalagmit yang terjaga keasliannya, goa ini menghadirkan pemandangan karst yang hanya bisa dinikmati jika pengunjung benar-benar masuk ke dalam.
Baca Juga: 5 Surga Bahari di Indonesia untuk Menikmati Libur Nataru Ala Tropis
Nama “Petruk” sendiri berasal dari tokoh punakawan yang identik dengan hidung panjang, menyerupai bentuk salah satu bagian goa.
Aktivitas utama di Goa Petruk adalah susur goa bersama pemandu lokal.
Pengunjung akan dibawa melewati lorong-lorong gelap sambil menikmati ornamen batuan yang terbentuk selama ribuan tahun.
Baca Juga: Sambut Nataru 2025/2026, ASDP Pastikan Layanan Terintegrasi Menyeluruh
Area karst di sekitar goa juga sering digunakan untuk aktivitas outdoor seperti rappelling dan rock climbing.
Lokasinya sekitar 7 kilometer dari Goa Jatijajar dan berada di jalur wisata yang sama.
Fasilitas masih sederhana, namun akses menuju lokasi cukup mudah.
Baca Juga: 9 Pantai Hidden Gem di Gunungkidul, Yogyakarta yang Masih Sepi Pengunjung dan Punya Trek Menantang
Cerita dan mitos yang dipercaya warga setempat turut menambah daya tarik bagi wisatawan yang menyukai nuansa misteri.