ragam

Sejarah Penyematan Gelar Haji di Depan Nama Seseorang yang Baru Pulang dari Ibadah di Tanah Suci

Selasa, 30 Mei 2023 | 06:00 WIB
Ka'bah, Mekkah (Ekrem/Pixabay)

Kabar BUMN - Berbeda dengan negara lain, selepas menjalankan ibadah haji, orang Indonesia umumnya akan menyematkan gelar Haji atau Hajjah di depan nama mereka.

Tradisi penyematan gelar haji atau hajjah itu berdasarkan sejarah ternyata bisa dilihat dari tiga perspektif.

Perspektif keagamaan, kultural, dan kolonial.

Baca Juga: 5 Tips Mengatasi Jet Lag Pasca Penerbangan ke Tanah Suci untuk Jemaah Haji

Perspektif keagamaan
Pelaksanaan ibadah haji di Indonesia dimulai pada abad ke-16, tepatnya sejak tahun 1526. Di masa itu, hubungan Nusantara, termasuk Indonesia, dengan Arab terjalin semakin baik.

Kondisi ini ditandai dengan semakin maraknya pedagang sekaligus ulama Nusantara, khususnya dari Aceh, yang ikut serta dalam pelayaran ke Asia Barat untuk berdagang.

Di tahun 1556, ada lima kapal besar Aceh yang berlabuh di Jeddah. Selain untuk berdagang dan menimba ilmu, ulama Aceh yang datang, untuk kemudian menetap di sana, juga memanfaatkan waktunya untuk berhaji.

Baca Juga: 9 Syarat Tawaf yang Harus Dipenuhi Agar Ibadah Haji Sah

Di masa itu, perjalanan menuju Tanah Suci bagi umat Muslim ini merupakan perjuangan, karena harus mengarungi lautan selama berbulan-bulan, dengan risiko perahu yang ditumpangi karam, terdampar, atau dirampok perompak.

Tiba di daratan pun mereka masih harus melanjutkan perjalanan dengan menjelajahi gurun pasir. Tidak jarang setibanya di Mekkah, wabah penyakit menyerang rombongan jemaah.

Oleh karenanya, tatkala seseorang mampu melalui seluruh perjuangan tersebut, lalu kembali ke Nusantara dengan selamat, ini dianggap sebagai karunia dan kehormatan tersendiri.

Baca Juga: Panduan Lengkap Jamaah Haji Agar Tak Kebingungan saat Berada di Masjid Nabawi dan Berkegiatan di Madinah

Perspektif kultural
Perjalanan penuh perjuangan yang telah dilalui jemaah haji yang kembali ke Indonesia tentu saja menjadi cerita, yang kemudian banyak disampaikan dari mulut ke mulut.

Kisah perjuangan yang menggugah dan mengharukan selama ibadah haji itu membuat semakin banyak orang tertarik menunaikan ibadah haji.

Halaman:

Tags

Terkini