ragam

Tahukah Kamu Istana Siak di Riau Sudah Berstatus Museum Nasional? Ini Fakta Pentingnya

Kamis, 27 November 2025 | 11:30 WIB
Istana Siak, Riau (traverse.id)

Kabar BUMN - Kabar membanggakan hadir dari Kabupaten Siak, Riau, di mana sebuah bangunan bersejarah kembali mendapatkan tempat terhormat dalam lingkup kebudayaan nasional.

Pengakuan ini menjadi langkah penting untuk melindungi peninggalan berharga dari masa lampau.

Momentum tersebut juga menegaskan komitmen pemerintah dalam merawat identitas sejarah bangsa.

Baca Juga: Pertamina Tingkatkan Pengelolaan Sampah Lewat Kolaborasi Bersama Waste4Change di Eco RunFest 2025

Istana Siak Kini Berstatus Museum Nasional

Penetapan Istana Siak Asserayah Al-Hasyimiah sebagai museum nasional dilakukan setelah dokumen Nomor Pendaftaran Nasional Museum (NPNM) dinyatakan sah.

Proses verifikasi diajukan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Siak dan berhasil memenuhi seluruh syarat penting, seperti memiliki visi-misi, koleksi, bangunan tetap, sumber daya manusia, serta pendanaan berkelanjutan.

Melalui keputusan resmi bernomor 0977/L.L3/KB.13.02/2025, bangunan bersejarah ini memperoleh NPNM 14.08.U.04.0368.

Baca Juga: 3 Pulau Kecil Memesona di Perairan Makassar, Waktu Sehari Cukup untuk Menjelajahinya

Jejak Kerajaan Siak Sri Indrapura

Keberadaan istana ini tak lepas dari kepanjangan sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura, salah satu kerajaan besar di Sumatera. Kerajaan ini berdiri pada tahun 1723 Masehi oleh Raja Kecik, atau Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah.

Meski kelahirannya terjadi di tengah pelarian sang ibunda setelah konflik keluarga kerajaan Johor, perjalanan hidup Raja Kecik kemudian membawanya ke Pagaruyung sebelum akhirnya mendirikan kerajaan di tepi Sungai Buantan.

Di masa awal, pusat pemerintahan kerajaan bahkan berpindah beberapa kali sebelum menetap di wilayah Siak.

Baca Juga: Mulai 28 November, Akses Juanda ke Stasiun Bekasi Dialihkan, Ini Rute Baru yang Perlu Kamu Tahu

Pembangunan Istana dan Arsitektur yang Kaya Pengaruh

Bangunan megah yang kini menjadi museum ini dibangun pada masa Sultan Assyaidis Syarif Ismail Jalil Jalaluddin pada tahun 1889.

Istana tersebut dirancang oleh arsitek asal Jerman, Vande Morte, berdiri di lahan 32.000 meter persegi, dan memperlihatkan campuran gaya arsitektur Melayu, Eropa, dan Timur Tengah.

Halaman:

Tags

Terkini