Kabar BUMN - Ketika musim hujan dan curah air meningkat, risiko bencana seperti banjir dan tanah longsor pun turut meningkat — terutama di wilayah perbukitan dan lereng.
Untuk mengurangi bahaya tersebut, para ahli lingkungan menyarankan menanam jenis pohon tertentu yang memiliki sistem akar kuat dan dalam, sehingga tanah lebih stabil dan erosi bisa dicegah.
Berikut sejumlah jenis pohon dan tanaman yang direkomendasikan:
Baca Juga: Pesona Tersembunyi Pantai-Pantai di Garut, Panorama Pesisir Selatan yang Menawan
1. Vetiver (Akar Wangi)
Vetiver dikenal luas sebagai tanaman penahan longsor dan erosi yang sangat efektif.
Akar vetiver mampu menjalar sedalam sekitar tiga meter ke dalam tanah, bekerja seperti “kolom beton alami” yang mencengkram tanah sehingga tidak mudah meluncur saat hujan deras.
Selain menahan tanah, vetiver juga berperan menyerap air sehingga membantu mengurangi kelebihan air di permukaan — satu fungsi penting dalam mencegah banjir.
Baca Juga: Pertamina Salurkan TJSL Rp11,5 Miliar untuk Pendidikan di Magelang
2. Pohon Trembesi (Samanea saman)
Bagi area luas atau lereng dengan vegetasi besar, pohon Trembesi menjadi pilihan ideal.
Akar tunggangnya yang kokoh dapat menahan beban tanah dalam jumlah besar, sekaligus mengokohkan struktur tanah secara vertikal dan lateral.
Tak hanya menjaga stabilitas tanah, tajuk Trembesi yang lebar juga memberi keteduhan alami — yang turut membantu menjaga kelembapan tanah dan menahan terpaan hujan langsung.
Baca Juga: Bank Mandiri Perkuat Pendanaan Hijau Lewat Penerbitan Obligasi Berkelanjutan Rp5 Triliun
3. Pohon Jati (Tectona grandis)
Untuk lereng berbukit atau pegunungan, pohon Jati menjadi salah satu solusi pohon stabilisasi tanah yang efektif.
Sistem akar tunggangnya sangat kuat dan mampu menjaga struktur tanah di lereng agar tidak mudah longsor.