ragam

Perubahan Aturan yang Diterapkan Sejumlah Negara untuk Turis Asing di Tahun 2026

Minggu, 14 Desember 2025 | 07:00 WIB
Kyoto sering lebih banyak dikunjungi turis dibandingkan Tokyo, Osaka, dan kota lainnya di Jepang, karenanya sering overtourism. (wikipedia.org)

Untuk perorangan minimal THB10.000 (Rp4,3 juta) dan THB20.000 (Rp8,6 juta) untuk keluarga.

Baca Juga: Pesona Air Terjun Kendal, 5 Curug yang Cocok untuk Menemani Momen Liburanmu

Norwegia
Negara yang terkenal dengan pemandangan indah di musim dingin ini kebanjiran turis setiap akhir tahun.

Tercatat di tahun 2024 masuk sekitar 12 juta pelancong internasional yang liburan ke Norwegia.

Karenanya mulai musim panas 2026 mereka akan meningkatkan pajak penginapan.

Seperti hotel, hostel, dan penyewaan jangka pendek. Pajak yang dikenalkan sekitar 3%.

Baca Juga: Menutup Tahun dengan Santai di Pantai Karapyak Pangandaran

Meskipun sudah menaikkan pajak penginapan di 2025, beberapa kawasan di Spanyol akan melakukan penyesuaian lagi. (Pexels/Markiwan)

Spanyol
Meskipun sudah menaikkan pajak penginapan di 2025, beberapa kawasan di Spanyol akan melakukan penyesuaian lagi.

Di daerah Katalonia kenaikan pajak penginapan untuk hotel bintang empat dan lima dan penumpang kapal cruise, nilainya €8 (Rp 155.000) per hari.

Sementara di Pulau Balearic akan ada peningkatan pajak penginapan €15 Euro (Rp 291.000) per malam khusus untuk high season.

Direncanakan peraturan ini berlaku di musim panas 2026.

Baca Juga: Kuliner Bekasi Paling Hits 2025: Ini Daftar Restoran Seru untuk Keluarga

Edinburgh
Sebagai salah satu kota favorit turis di Inggris, Edindburg, akan menambah pajak penginapan tahun depan.

Paling tidak turis akan dikenakan pajak penginapan sebesar 5% per malam.

Dana pajak ini akan dimanfaatkan untuk mendukung perbaikan fasilitas urban, infrastruktur.

Juga mendukung program-program budaya.***

Halaman:

Tags

Terkini