Mereka akan meminta bertemu di satu tempat sembari meminta korban membelikan gift voucher atau v-preca (sejenis kartu e-money).
Setelah korban mentranfer uang mereka akan menghilang.
Modus lainnya, mereka akan pura-pura jadi korban trafficking dan meminta bantuan uang untuk melarikan diri.
Setelah uang dikirimkan, akun mereka menghilang.
Baca Juga: 4 Tempat Makan Bakmi Ayam Halal di Jakarta Utara, Menyediakan Ragam Pilihan Topping yang Lezat
Biksu gadungan
Biasanya penipu menggunakan busana seperti biksu dan menawarkan sejumlah jimat.
Modusnya menawarkan jimat untuk donasi sambil menunjukan nama-nama orang yang sudah berdonasi.
Sejatinya biksu tidak pernah menawarkan barang apalagi meminta donasi.
Bila ada biksu yang menawarkan, sebaiknya segera menjauh.
Baca Juga: Tak Perlu Bingung, Ini Pilihan Aktivitas Wisata Seru untuk Liburan Akhir Tahun
Penipuan di bar
Bottakuri atau penipuan di bar sering terjadi di Tokyo. Terutama di bar khusus untuk Wanita.
Biasanya ada orang yang berpura-pura menawari diskon setengah harga untuk minum di bar.
Lalu menawari minuman pada jam tertentu atau gratis minuman pertama.
Namun setelah memesan, mereka akan dipaksa membayar mahal.
Baca Juga: Rekomendasi Hotel Mewah di Yogyakarta yang Menyediakan Sarapan Buffet Lengkap dan Lezat