ragam

Rekomendasi Wisata Budaya dan Sejarah di Payakumbuh, Tidak Hanya Rumah Gadang

Jumat, 19 Desember 2025 | 08:30 WIB
Rumah Gadang Balai Nan Duo merupakan rumah gadang terbesar di Payakumbuh. Didirikan tahun 1840 sebagai perlambang kekuasaan Sultan Chedoh di Minangkabau. (Google/Faisa Azzahra)

Kabar BUMN - Tidak kalah dari kota lain di Sumatra Barat, wisata ke Payakumbuh pun bisa sangat memuaskan.

Payakumbuh punya banyak warisan budaya Minangkabau yang sampai sekarang masih dipertahankan.

Untuk mencapai Payakumbuh pun tidak terlalu sulit.

Dari Padang, jaraknya sekitar 118 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 3-4 jam.

Baca Juga: Ragam Efek Psikologis dan Fisik Setelah Menempuh Penerbangan Jarak Jauh

Rumah Gadang Balai Nan Duo
Rumah gadang terbesar di Payakumbuh ini didirikan tahun 1840 sebagai perlambang kekuasaan Sultan Chedoh di Minangkabau.

Selain tangganya yang dibuat dari batu, seluruh bangunan terbuat dari kayu.

Meskipun pernah beberapa kali direnovasi tapi sampai sekarang bentuk aslinya masih terjaga baik.

Rumah Gadang Balai Nan Duo berlokasi di Kelurahan Balarat, Payakumbuh.

Baca Juga: Akhir Tahun di Jogja? Ini Jam Buka Obelix Hills Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Rumah Gadang Sungai Beringin dibangun sebagai tempat wisata budaya. Diresmikan 9 Januari 1994. (Google/Jumrida Husni)

Rumah Gadang Sungai Beringin
Rumah gadang ini sengaja dibangun sebagai tempat wisata budaya. Diresmikan 9 Januari 1994.

Tujuannya untuk memperkenalkan budaya Minangkabau secara lebih luas.

Bangunannya terbuat dari kayu jati dan dindingnya dihias, saik galamai, itiak pulang patang dan kaluak paku.

Di halamannya ada lumpung padi dan medan nan bapeneh (balai musyarawah).

Halaman:

Tags

Terkini