Kabar BUMN - Di masa ini tatkala keseharian rasanya penuh dengan tekanan, mulai karena masalah pekerjaan, finansial, sosial, dan lainnya, tidak jarang orang mengalami yang namanya kepanikan dan kecemasan akut.
Tahukah Anda, walaupun tampaknya sama, serangan kecemasan dan serangan panik adalah dua kondisi yang berbeda.
Yang pasti keduanya sama-sama tidak baik bagi kesehatan mental dan bila dibiarkan berlarut-larut bisa mengarah pada penyakit yang berhubungan dengan gangguan emosional lainnya.
Baca Juga: 9 Kebiasaan yang Dilakukan Orang Sukses Sebelum Tidur
Serangan Kecemasan
Serangan kecemasan atau anxiety attack cenderung terjadi sebagai respon pada suatu kondisi, pengalaman, atau kejadian yang stres.
Munculnya secara bertahap atau tidak secara mendadak.
Gejala umum dari serangan kecemasan antara lain, perasaan khawatir dan ketakutan.
Baca Juga: 7 Makanan yang Menyebabkan Bau Mulut Usai Dikonsumsi
Serangan kecemasan memiliki level yang berbeda-beda. Mulai dari ringan, sedang, dan parah.
Misalnya, muncul kecemasaan yang ada dalam pikiran Anda saat sedang mengerjakan pekerjaan sehari-hari. Ini bisa dibilang level yang ringan dan mudah diatas.
Namun, ada pula dalam tingkat yang parah, dimana rasa cemas muncul sepanjang hari dan bisa menganggu aktivitas saat itu.
Baca Juga: Libur Panjang Tidak Bisa Bepergian? Lakukan Saja Aktivitas Outdoor Bersama Seluruh Anggota Keluarga
Serangan Panik
Serangan panik atau panic attack datangnya lebih cepat dan secara intens. Kadang bisa didahului dengan beberapa serangan kecemasan.
Masalah ini bisa terjadi karena adanya stres dari pengaruh luar, seperti phobia, masalah psikosomatis, penyalahgunaan obat, trauma dan kondisi medis lainnya.