Makanan yang kaya serat tidak hanya membantu mengatur gula darah tetapi juga membantu kesehatan usus.
Baca Juga: Ciptakan Kedekatan Dengan Seluruh Anggota Keluarga, Lakukan Aktivitas Sehari-hari Ini Di Saat Libur
Efek positifnya, usus bekerja dengan lebih baik dan membuang racun dalam tubuh lebih sering. Orang pun jadi lebih sering BAB.
2. Konsumsi air
Mengkonsumsi air lebih banyak tidak hanya memicu buang air, tetapi juga BAB.
Air menyebabkan saluran pencernaan bekerja lebih banyak. Unsur ini juga membantu mengalirkan racun-racun dan kotoran keluar dari tubuh.
Baca Juga: 7 Makanan yang Menyebabkan Bau Mulut Usai Dikonsumsi
3. Olahraga
Meningkatnya pergerakan tubuh dapat mempengaruhi frekuensi seseorang BAB. Ini terjadi karena olahraga membantu pencernaan dan membantu melenturkan otot-otot di daerah tersebut.
4. Terlalu banyak kopi
Hitung berapa kali Anda ngopi dalam sehari. Bila jumlahnya bertambah dari biasanya ada kemungkinan akan lebih sering BAB.
Kopi mengandung zat laxative yang membantu memperlancar seseorang BAB.
Baca Juga: Studi Baru: Minum Multivitamin Setiap Hari Bisa Tingkatkan Daya Ingat Dalam 3 Tahun
5. Stres
Stres dapat memicu siklus buang air. Stres dan kecemasan membuat tubuh tidak berfungsi dengan semestinya dan ini berpengaruh pula pada sistem dan saluran pencernaan.
Ada kalanya dia bekerja jadi lebih sering dan bisa membuat seseorang menderita diare. Di kesempatan lain, dia bekerja sangat lambat, sehingga membuat seseorang sembelit.
Baca Juga: Serangan Kecemasan vs Serangan Panik, Ada Bedanya?
6. Menstruasi
Perempuan yang mengalami menstruasi sering mengalami perubahan siklus BAB.
Frekuensi untuk BAB pun lebih sering karena hormon-hormon yang muncul selama menstruasi sering ikut mempengaruhi saluran pencernaan dan usus besar.