Kabar BUMN - Tahun 2026 diprediksi menjadi babak baru dalam dunia pariwisata global.
Tahun ini, pola perjalanan wisatawan berubah dari sekadar kunjungan singkat ke destinasi populer menjadi pencarian pengalaman yang lebih otentik, berkelanjutan, dan personal.
Berikut beberapa gambaran tren-tren yang akan mendominasi pilihan liburan tahun ini.
Baca Juga: 10 Tempat Wisata Terbaik di Tabanan, Bali: Dari Pura Ikonik hingga Sawah Terasering Nan Memukau
1. Wisata Otentik dan Bermakna
Wisatawan kini semakin mencari pengalaman yang lebih dalam dan bermakna, termasuk keterlibatan dengan budaya lokal, partisipasi dalam kegiatan komunitas, serta destinasi yang menawarkan cerita unik di baliknya.
Tren ini juga mendorong minat terhadap destinasi off-the-beaten-path yang tidak sekadar “Instagrammable” tetapi benar-benar memberikan pemahaman budaya.
Baca Juga: Liburan Awal Tahun di Jogja? Ibarbo Park Hadirkan Taman Kartun Penuh Wahana Seru
2. Noctourism: Wisata Malam Meningkat
Wisata malam atau noctourism diprediksi akan terus tumbuh.
Pengunjung akan lebih memilih aktivitas setelah gelap, seperti tur malam, safaris malam hari, dan program bintang, terutama di wilayah yang panas saat siang hari.
Ini memberi pengalaman baru di luar jam kunjungan wisata tradisional.
Baca Juga: Curug Cipanas Nagrak, Alternatif Wisata Alam untuk Melepas Lelah
3. Agrotourism dan Wisata Alam
Wisata berbasis pertanian (agrotourism) diperkirakan makin populer, dengan minat terhadap kunjungan ke peternakan, kebun tani, hingga kegiatan berkebun atau memanen produk lokal.
Hal ini sejalan dengan meningkatnya kecenderungan wisata ramah lingkungan.
Baca Juga: Panduan Berbelanja di Don Quijote, Jepang, Toko Serba Ada dengan Harga Murah