4. Belum banyak station charging
Layaknya ponsel yang sekali waktu perlu di-charge, begitu pula mobil listrik. Untuk mengisi daya baterai mobil listrik diperlukan station charging (SPKLU).
Sayangnya, jumlah SPKLU di Indonesia tidak sebanyak SPBU.
Walau sudah ada di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Jawa hingga Papua tetapi jumlahnya masih terbatas. Lebih banyak ada di kawasan Jakarta dan Jabodetabek.
Di pulau Jawa sudah ada beberapa kota seperti Semarang, Surabaya, Solo, Madiun dan beberapa ruas rest area tol Trans Jawa.
Sementara di Sumatra sudah ada di rest area Trans Sumatra, Palembang, Padang dan Medan. Di Sulawesi sudah ada Manado, Kendari dan Palu. Di Papau Barat dan Ambon pun sudah ada satu.
Baca Juga: Mungkinkah Berganti Karier di Umur 40 tahun?
5. Daya listrik yang tinggi
Selain mengisi baterai di SPKLU, pengisian bisa juga dilakukan di rumah. Anda bisa memasang EVCS (Electric Vehicle Charging Station) atau alat charging baterai di rumah. Tentu saja ini membutuhkan daya listrik yang lumayan besar.
Menurut sejumlah produsen mobil, paling tidak charging ini membutuhkan daya 2.200 VA dengan catatan saat mobil di-charge alat elektronik berdaya besar seperti AC atau pompa air tidak digunakan.
Pengisian baterai mobil dengan EVSC cukup lama, tergantung dari jenis mobil. Umumnya berkisar antara 4 -12 jam. Sementara kalau menggunakan station charging (SPKLU) hanya butuh waktu sekitar satu jam.***