ragam

Eksplor Benteng Pendem Ambarawa, Bangunan Bersejarah yang Tersembunyi di Bawah Tanah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 08:30 WIB
Benteng Pendem Ambarawa (jatengprov.go.id)

Kabar BUMN - Benteng Pendem Ambarawa menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi di Jawa Tengah.

Bangunan peninggalan kolonial ini tidak hanya menyimpan nilai historis, tetapi juga menawarkan keindahan arsitektur klasik yang unik. Tak heran jika kawasan ini kerap dijadikan tujuan liburan sekaligus spot foto favorit wisatawan.

Terletak di Desa Lodoyong, Ambarawa, benteng ini dikenal dengan sebutan “pendem” karena sebagian besar strukturnya berada di bawah permukaan tanah. Dari kejauhan, bentuk bangunannya tampak tidak biasa dan berbeda dibandingkan benteng lain di Indonesia.

Baca Juga: Siang hingga Malam, Ini Jadwal Pertunjukan Air Favorit Pengunjung TMII

Keunikan Arsitektur yang Berbeda dari Benteng Lain

Salah satu daya tarik utama Benteng Pendem Ambarawa terletak pada desain arsitekturnya yang bergaya Eropa klasik.

Bangunan ini dikelilingi dinding tebal dengan lorong-lorong panjang yang menciptakan suasana dramatis dan eksotis. 

Baca Juga: Lowongan Magang BUMN: Dibuka Program Magang Teknik Sipil di Perusahaan Konstruksi Nasional

Struktur yang berada di cekungan lahan membuat benteng terlihat seolah tersembunyi, sekaligus memberikan kesan misterius.

Selain itu, material bangunan yang digunakan juga tergolong istimewa. Fondasi benteng memanfaatkan balok kayu jati berukuran besar yang ditanam di area bekas rawa.

Teknik konstruksi tersebut terbukti mampu menjaga kekokohan bangunan hingga kini, bahkan saat terjadi gempa besar.

Baca Juga: Bank Mandiri Perkuat Ekonomi Rakyat lewat Penyaluran KUR Tembus Rp 41 Triliun hingga Akhir 2025

Sejarah Panjang Sejak Abad ke-19

Benteng Pendem Ambarawa dibangun pada abad ke-19 oleh pemerintah kolonial Belanda dan membutuhkan waktu lebih dari satu dekade hingga rampung.

Nama Fort Willem I disematkan sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Belanda yang berkuasa pada masa itu. Sejak awal, benteng ini dirancang sebagai pusat pertahanan dengan fungsi utama sebagai barak militer dan gudang logistik.

Baca Juga: Membuka Wawasan Energi Sejak Dini, PHE Ogan Komering Sapa Mahasiswa

Halaman:

Tags

Terkini