Awal Perjalanan Isra
Perjalanan Isra diawali dengan kedatangan Malaikat Jibril yang mempersiapkan Rasulullah SAW secara khusus.
Dada beliau dibersihkan dengan air zamzam, lalu diisi dengan iman dan hikmah sebagai bekal spiritual.
Baca Juga: Pasirnya Seputih Mutiara, Pantai Karanggongso di Trenggalek Jadi Spot Healing Sempurna
Setelah itu, Rasulullah SAW menaiki buraq, kendaraan istimewa yang disiapkan untuk perjalanan malam tersebut.
Dalam perjalanan menuju Masjidil Aqsha, Rasulullah SAW singgah di beberapa tempat penting, seperti Yatsrib yang kelak dikenal sebagai Madinah, Bukit Sinai, serta Baitul Lahm atau Betlehem.
Setibanya di Masjidil Aqsha, Rasulullah SAW memimpin sholat bersama para nabi, menandakan kedudukan beliau sebagai penghulu para rasul.
Mi’raj hingga Sidratul Muntaha
Setelah rangkaian Isra, perjalanan dilanjutkan dengan Mi’raj menuju langit. Di setiap lapisan langit, Rasulullah SAW bertemu dengan para nabi, mulai dari Nabi Adam AS di langit pertama hingga Nabi Ibrahim AS di langit ketujuh.
Pertemuan ini menjadi bentuk penghormatan dan penguatan terhadap misi kerasulan yang diemban.
Baca Juga: Awal 2026 Lebih Terang! PLN Gelar Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen
Puncak perjalanan terjadi di Sidratul Muntaha, batas tertinggi yang dapat dicapai makhluk Allah SWT.
Di tempat inilah Rasulullah SAW menerima perintah sholat. Awalnya, sholat diwajibkan sebanyak 50 waktu, kemudian diringankan menjadi lima waktu dengan pahala yang tetap setara.
Kembali ke Mekkah dan Ujian Keimanan
Seluruh rangkaian Isra Mi’raj terjadi hanya dalam satu malam. Keesokan harinya, Rasulullah SAW menyampaikan peristiwa ini kepada penduduk Mekkah.
Tidak sedikit yang meragukan bahkan meninggalkan keimanan.