Kabar BUMN - Dibandingkan minuman modern, minuman fermentasi tradisional Indonesia kalah populer.
Padahal minuman fermentasi tradisional ini bagian dari warisan budaya yang juga perlu dijaga.
Minuman fermentasi tradisional ini terbuat dari bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di Indonesia.
Tidak semuanya memabukkan, karena ada yang kadar alkoholnya sangat rendah.
Baca Juga: 4 Mall Terbaru di Jakarta, Bisa Menjadi Tujuan Wisata Belanja dan Kuliner Tahun 2026
Moke
Minuman fermentasi dari Flores yang disebut juga dengan sopi ini terbuat dari buah aren atau enah.
Air dari buah ini difermentasi di wadah bambu selama 2-5 hari.
Setelah disuling dengan alat tradisional seperti bambu atau logam sederhana.
Sopi memiliki kadar alkohol antara 20%-40%, tergantung lamanya proses fermentasi.
Baca Juga: Panduan Mencari Pemasukan Tambahan dengan Bisnis Makanan Agar Berumur Panjang
Wedang tape
Minuman fermentasi bisa dinikmati semua umur, karena kadar alkoholnya rendah, kadang tidak ada.
Wedang tape dari Bojonegoro tapi meluas sampai ke Jawa Tengah dan Jawa Timur juga.
Minuman ini berbahan dasar tape ketan hitam yang difermentasi beberapa hari.
Untuk membuat wedang tape, air Fermentasi yang manis dan sedikit asam diberi santan panas.