Ini bisa terlihat dari banyaknya kuil dan bangunan bergaya China di pulau Ketam.
Baca Juga: Kalau Perusahaan Membolehkan Power Nap di Kantor, Ini Panduannya Supaya Tidur Bisa Optimal
Rumah penduduk berupa rumah terapung.
Antara satu rumah dengan rumah lain dihubungkan dengan jalanan dari kayu.
Tidak ada mobil, penduduk setempat mengandalkan sepeda atau berjalan kaki untuk berkeliling pulau.
Baca Juga: Perhatian! Selama Februari 2026, Seluruh Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup Sementara
Tersedia penyewaan sepeda bagi pelancong yang ingin menjelajahi pulau. Alternatif lain, jalan kaki.
Sering terlihat penduduk yang pulang dari melaut atau mengeringkan ikan dan tangkapan laut lainnya di depan rumah.
Beberapa boga bahari kering juga dijual sebagai oleh-oleh.
Baca Juga: Bukan Sekadar Wisata Alam, Kopeng Treetop Tawarkan Liburan Penuh Tantangan
Kuliner boga bahari
Sebagian besar penduduk di Pulau Ketam berprofesi sebagai nelayan.
Selain banyak ikan, di sekitar pulau sangat mudah menemukan kepiting atau ketam.
Penduduk setempat sangat mahir menangkap kepiting dan langsung mengolahnya
Berada di Pulau Ketam bisa menjadi kesempatan untuk menikmati boga bahari segar.