Baca Juga: Pelindo Petikemas Bantah Isu Antrean Kapal 6 Hari di Tanjung Perak, Pastikan Layanan Sesuai Jadwal
Durasi dan Fase Gerhana Bulan Total
Gerhana Bulan Total akan berlangsung dengan tujuh fase utama. Durasi gerhana dari fase sebagian hingga berakhir mencapai 3 jam 29 menit 24 detik.
Sementara itu, fase totalitas atau puncak gerhana akan berlangsung selama 1 jam 22 menit 6 detik, menjadi waktu terbaik untuk menikmati tampilan “bulan merah”.
Baca Juga: PHE Bukukan Performa Kuat Sepanjang 2025, Produksi dan Cadangan Migas Nasional Terjaga
Tips Mengamati dan Memotret Gerhana
Kamu bisa menyaksikan gerhana bulan total secara langsung tanpa alat bantu. Namun, untuk melihat detail yang lebih jelas, penggunaan teleskop atau teropong sangat disarankan.
Pilih lokasi yang tinggi dan minim polusi cahaya agar pengamatan lebih optimal.
Jika ingin mengabadikan momen ini, gunakan kamera DSLR atau ponsel yang dipasang di tripod. Atur ISO di kisaran 400–800 dengan waktu eksposur sekitar satu hingga dua detik untuk mendapatkan hasil foto yang maksimal.
Baca Juga: Pantai Tersembunyi di Gunungkidul, Cocok untuk Me Time tapi Tetap Waspada Saat Musim Hujan
Gerhana Lain di 2026 Tidak Terlihat dari Indonesia
Selain gerhana bulan total pada Maret, tahun 2026 juga diwarnai gerhana matahari cincin pada 17 Februari, gerhana matahari total pada 12 Agustus, serta gerhana bulan sebagian pada 27–28 Agustus.
Sayangnya, ketiga fenomena tersebut tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia karena terjadi di kawasan Antartika, Afrika Selatan, Arktik, Amerika Utara, dan Eropa. ***