Kabar BUMN - Dalam beberapa bulan ini, investasi emas seakan menghadirkan warna tersendiri, yang terus berubah.
Di pengaruhi kondisi global, investasi bisa tampak cerah sekali, lalu tiba-tiba suram tanpa warna.
Meskipun begitu, dibandingkan investasi lain, emas lebih aman, dan dalam keadaan darurat mudah dijual.
Karenanya cukup disarankan orang bisa investasi emas, termasuk yang masih bergaji rendah.
Baca Juga: Panduan Lengkap Transportasi Umum di Sydney untuk Wisatawan dan Komuter
1. Tetapkan tujuan investasi
Sebelum membeli emas tetapkan dulu tujuan investasi.
Misal, untuk tabungan masa depan, dana darurat, atau untuk membeli aset lain dalam periode tertentu.
Dengan cara ini jadi lebih mudah menentukan membeli jenis emas, jumlahnya, dan modal awal investasi.
Setelah itu tetapkan periode membelinya. Misal, setiap bulan, dalam jangka waktu tertentu, dan lainnya.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Jenis Olahraga yang Paling Efektif untuk Membentuk Tubuh Ideal
2. Kenali jenis emas
Saat ini beragam bentuk investasi emas.
Pertama, emas batangan. Kadar kemurniannya tinggi dan cocok untuk investasi jangka panjang.
Tapi perlu punya tempat menyimpan yang aman, seperti brangkas agar tidak diincar maling.
Kedua, emas perhiasan. Ini sangat fleksibel dan jadi banyak pilihan para perempuan.
Baca Juga: Langit Indonesia akan Dihiasi Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Cara Menyaksikannya!
Harga emas kadang tidak sama dengan harga belinya karena ada harga pembuatan.